pemilik trans tv

Kisah Sukses Pemilik Trans TV, Chairul Tanjung

Posted on

Jika Anda masih belum tahu siapa pemilik Trans TV? Berikut ini kami infokan profil dan biografi Chairul Tanjung, pemilik CT Corp.

Profil Pemilik Trans TV, Chairul Tanjung

Nama Asli : Chairul Tanjung
Nama Panggilan/Nama Populer : Chairul Tanjung
Tempat/Tanggal LahirJakarta, Indonesia, 16 Juni 1962

Biografi Pemilik Trans TV, Chairul Tanjung

PT Trans Corporation yang sebelumnya bernama PT Para Inti Investindo merupakan unit usaha CT Corp di sektor media, lifestyle, dan entertainment. Awal mulanya, Trans Corp didirikan untuk menjadi penghubung antara stasiun tv Trans TV dengan stasiun tv yang telah di ambil alih 55 % kepemilikan sahamnya oleh CT Corp dari Kompas Gramedia, Trans7. Trans Corp dimiliki oleh CT Corp yang dimotori oleh Chairul Tanjung.

CT Corp adalah grup perusahaan yang dimiliki oleh Chairul Tanjung yang didirikan pada 1987. Penggunaan nama “CT” pada beberapa nama unit usahanya merupakan singkatan inisial dari nama Chairul Tanjung.

Chairul Tanjung merupakan pengusaha sukses di Indonesia. Dia sempat menjabat sebagai Menko Perekonomian pada 19 Mei 2014 sampai 27 Oktober 2014. Namanya sangat populer sebagai entrepreneur sukses yang memotori CT Corp.

Dia sendiri mengawali bisnis sejak ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat merasakan jatuh bangun, hingga akhirnya dia berhasil mendirikan bisnisnya. Saat ini CT Corp bahkan menjadi suatu perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan populer di tanah air seperti Bank Mega, Trans Corp, dan CT Global Resources.

Awalannya kelompok usaha ini membangun usaha ekspor sepatu anak-anak dengan modal sebesar Rp 150 juta, yang diperolehnya dari Bank Exim. Kemudian pada 1996, CT Corp mengakusisi Mega Bank serta membuat perubahan namanya jadi Bank Mega. Lalu kelompok usaha ini mengembangkan bisnisnya lewat kompleks pertokoan di ibukota Jawa Barat, Bandung Supermall. Kemudian seiring berjalannya waktu, dalam keadaan yang tidak terlalu menguntungkan, CT Corp berani mengambil alih perusahaan Bank Tugu serta merubah namanya jadi Bank Mega Syariah Indonesia.

Sesudah beberapa tahun berlalu, Bank Mega perlahan mengalami perkembangan. Pada Maret 2001, bank ini sukses mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Jakarta dengan harga Rp 1.125 per lembar. Dua tahun selanjutnya, Bank Mega jadi sumber dana terbesar CT Corp dengan kontribusinya mencapai 40 %.

Kontribusi Trans TV juga tidak kecil. Sedikitnya Trans TV telah mengalami break event point (BEP) by operation hanya dalam waktu pada tahun kedua, yaitu Mei 2003. Titik balik kesuksesan Trans TV berlangsung mulai sejak kuartal satu tahun 2002. Menurut survey Nielsen Media Research, kala itu Trans TV duduk di posisi ke-5 sebagai peraih iklan paling banyak dari 10 stasiun tv di tanah air, yaitu sebesar Rp 149,2 miliar.

Dengan bekal keberhasilan kinerja, serta menyodok ke posisi nomor dua pada 2005, Trans TV melalui induk perusahaannya Trans Corp pada bulan Juni 2006 membuat MoU untuk membeli sebagian saham TV7 yang sebelumnya dimiliki oleh Kompas Gramedia, serta merubah nama serta identitas TV7 menjadi Trans7 seperti sekarang ini.

Para Group juga mempunyai hubungan baik dengan Anthoni Salim. Salim Group sempat berutang budi saat Para Group turut menyelamatkan Bank Central Asia (BCA), yang saat itu diterpa krisis keuangan. Dengan Salim Group, Para Group berpartner dalam mengerjakan proyek-proyek di Singapura dan Batam. Bersama Sinar Mas Group, Para Group juga berpartner dalam perusahaan asuransi jiwa Mega Life.

Di Singapura, Para Group berhasil mengakuisisi satu perusahaan bernama Asia Medic, yang bergerak di sektor health care. Selain itu Para Group juga membuat perusahaan ventura bernama Gladifora. Sedangkan di Batam bersama Arsikon, Para Group membuat perusahaan patungan di sektor property, serta telah memperoleh konsesi lahan kurang lebih 300 hektare di lokasi yang strategis. Rencananya di lahan ini juga akan dibuat pusat hiburan serta pemukiman. Perumahan itu bernama Coastarina.

Pada 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Para Group menjadi CT Corp. Grup ini terbagi dalam 3 perusahaan sub holding: Trans Corp, Mega Corp, dan CT Global Resources yang mencakup layanan finansial, media, lifestyle, ritel, entertainment, dan sumber daya alam. Perubahan nama perusahaan ini juga bersamaan diikuti dengan perubahan identitas perusahaan beserta logo.

chairul tanjung

Pendidikan Chairul Tanjung

Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.

 SD Van Lith, Jakarta (1975)

 SMP Van Lith, Jakarta (1978)

 SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)

 Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)

 Executive IPPM (MBA; 1993)

Bisnis Chairul Tanjung

CT Corp mempunyai beberapa unit usaha, yaitu:

  • Mega Corpora
    • PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)
    • PT Bank Syariah Mega Indonesia (Bank Mega Syariah)
    • PT Mega Asset Management
    • PT Mega Capital Indonesia
    • PT Mega Capital Investama
    • PT Mega Auto Finance
    • PT Para Multifinance
    • PT Mega Central Finance
    • PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance)
    • PT Asuransi Jiwa Mega Life (Mega Life)
  • Trans Corp
    • Trans Media
      • PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
      • PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)
      • PT Indonusa Telemedia (Transvision)
      • PT Trans Sinema Pictures (Trans Sinema Pictures)
      • CNN Indonesia
      • PT Agranet Multicitra Siberkom (DetikCom)
    • PT Trans Lifestyle
      • PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (Antatour)
      • PT Trans Fashion
        • PT Trans Mahagaya
          • PT Mahagaya Perdana (Prada, Miu Miu, Tod’s, Aigner, Brioni, Celio, Hugo Boss, Francesco Biasia, Jimmy Choo, Canali, Mango)
      • PT Trans F&B
        • PT Trans Burger Indonesia (Wendy’s)
        • PT Trans Coffee (The Coffee Bean & Tea Leaf)
        • PT Trans Ice
          • PT Naryadelta Prarthana (Baskin Robbins)
      • PT Metropolitan Retailmart (Metro department store)
      • PT Trans Entertainment
      • PT Trans Rekan Media
    • PT Trans Property
      • PT Mega Indah Propertindo
      • PT Batam Indah Investindo
      • PT Para Bali Propertindo
      • PT Trans Studio
        • Trans Studio Bandung
        • PT Para Bandung Propertindo (Trans Studio Mall Bandung)
        • Trans Studio Resort Bandung
        • Trans Studio Makassar
        • The Trans Luxury Hotel
        • PT Trans Kalla Makassar (Trans Studio Resort Makassar)
        • PT Ibis Hotel
        • Trans Studio Resort Depok Lama
        • Trans Studio Mall Makassar
        • Trans Studio Depok Lama
        • Trans Studio Resort Cagar Alam
        • Trans Studio Mall Depok Lama
        • Trans Studio Mall Cagar Alam
        • Trans Studio Cagar Alam
        • Park Hotel
    • PT Trans Retail (Transmart)
      • PT Alfa Retailindo (Carrefour Express)
      • PT Trans Retail Indonesia (Carrefour)
  • PT CT Global Resources
    • PT Para Energy Investindo
    • PT Para Inti Energy
    • PT CT Agro
    • PT Kalbar CT Agro
    • PT Kaltim CT Agro
    • PT Kalteng CT Agro
    • PT Wahana Kutai Kencana
    • PT Arah Tumata
  • CT Foundation
  • PT Traveloka Indonesia
  • PT Televisi Majelis Ulama Indonesia (TV MUI)
  • PT Trans Airways
    • PT Garuda Indonesia Tbk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *