Investasi

Investasi Anak Zaman Now: Reksa Dana, Saham atau Properti?

Posted on

Anak muda zaman now banyak yang tak asing lagi dengan investasi. Sejak berpenghasilan, siapapun dia memang sebaiknya mulai menyiapkan kebutuhan masa depan dengan cara berinvestasi.

Mengapa harus? Sebab lewat investasi, penghasilan yang kamu sisihkan sekarang akan berkembang pesat dan mampu mengalahkan dampak inflasi dalam jangka panjang yang akan terjadi pada waktu yang akan datang.

Namun, justru kebanyakan anak muda merasa galau ketika memutuskan ingin melakukan investasi di mana. Dan karena ujung-ujungnya kelamaan galau, akhirnya justru mereka tidak jadi berinvestasi. Penghasilan yang seharusnya telah mulai disisihkan sedikit demi sedikit untuk kebutuhan di masa depan, akhirnya malah habis hingga tak berbekas sekedar untuk memenuhi perilaku konsumsif semata.

Nah, bila kini kamu termasuk anak muda yang sedang galau dalam memilih investasi yang mana, cobalah pertimbangkan tiga pilihan produk investasi berikut ini:

Reksa dana

Investasi di reksa dana semakin dikenal banyak orang. Berinvestasi di reksadana berarti kamu akan membeli unit penyertaan pada seorang manajer investasi. Dana yang diinvestasikan akan dikelola oleh manajer investasi dalam berbagai jenis aset dasar, mulai dari obligasi, saham, pasar uang dan sebagainya, tergantung jenis reksa dana yang kamu pilih.

Kamu perlu mengetahui kalau produk reksa dana itu hadir dalam beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan kamu. Misalnya saja reksa dana saham untuk tujuan investasi jangka panjang dan cocok sekali untuk investor dengan profil risiko agresif.

Modal dari investasi reksa dana juga cukup terjangkau untuk anak muda yang penghasilannya masih baru di tahap entry-level. Kini ada banyak produk reksa dana yang dapat dimiliki dengan investasi mulai dari Rp 100 ribu aja. Cara membelinya pun semakin dimudahkan dengan kehadiran internet dan platform online yang disediakan oleh manajer investasi.

Saham

Saham bisa menjadi pilihan tepat bagi anak muda yang mau memulai investasi dengan serius. Investasi saham ini membutuhkan modal lebih besar dibanding reksadana. Untuk berinvestasi saham, Kamu harus menyediakan uang untuk membeli minimal 1 lot saham atau 100 lembar.

Jadi, jika saham yang kamu incar kini harganya Rp 1.500, maka kamu harus siapkan modal minimal Rp 150 ribu untuk beli 1 lot saham.

Nah kini kamu bisa pertimbangkan untuk “menabung saham” dengan mengalokasikan uang setiap bulannya untuk beli saham tertentu. Jadi, kamu dapat rutin dan disiplin berinvestasi setiap bulannya.

Properti

Beli properti mungkin terlalu mahal bagi anak muda yang notabene penghasilannya masih standar. Namun, walau begitu bukan mustahil bagi anak muda untuk mulai berinvestasi properti secara kecil-kecilan. Sebab kini kamu bisa mulai berinvestasi properti dengan hanya memanfaatkan program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dari perbankan.

Untuk mengajukan KPR, kamu harus menyiapkan uang muka dulu agar dapat pengajuan KPR anda diterima. Nah, cicilan yang harus kamu bayarkan nanti untuk memperoleh aset properti tersebut dapat dianggap sebagai salah satu bentuk investasi.

Pasalnya, harga properti dipastikan akan selalu naik. Dan dalam jangka panjang kemungkinan besar akan terus melejit. Jadi bila dijual nantinya, kamu bisa nikmati capital gain yang sangat menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *